Masalah Kulit

dan Perawatannya

Masalah Kulit dan Perawatannya

Awali Kecantikan Kulit Sesuai dengan Perawatannya

Jenis kulit kamu dipengaruhi oleh kandungan kadar minyak yang diproduksi oleh kulit. Pola diet, konsumsi obat, stress, lingkungan dan rutinitas perawatan wajah dapat mempengaruhi produksi minyak pada kulit. Jadi, kenali dulu jenis kulitmu yaa..

Kenali jenis kulit kamu di sini

Setelah mengenali jenis kulitmu, lakukan perawatan yang paling sesuai dengan tipe kulit. Pilih produk yang tepat ya. Dan penting untuk kamu ingat, jenis kulitmu bisa berubah seriring dengan perubahan hormone dan peningkatan stress yang mempengaruhi kondisi fisik. Karena itu, pengecekan berkala perlu dilakukan secara rutin untuk mengganti jenis produk yang tepat, termasuk juga pada saat kamu sedang bertemu dengan siklus haid.

MASALAH KULIT

Merupakan kondisi yang terjadi di luar tingkat kelembaban alami kulit. Cara terbaik untuk menentukan masalah kulit kamu adalah dengan cara mengidentifikasi hal-hal yang secara konsisten mengganggu keadaan kulit. Waktu yang tepat untuk menentukan masalah yang sedang terjadi adalah dua-tiga bulan. Dalam jangka waktu tersebut, kamu dapat membedakan antara masalah yang perlu di target khusus dan ditangani secara konsisten dengan masalah yang mungkin hanya hilang timbul dalam waktu yang singkat.

Yuk ketahui masalah kulit yang ada, supaya kamu tahu bagaimana perawatan yang tepat untuk menjaga Kesehatan dan kecantikan kulitmu.

1. Komedo

Komedo dapat timbul saat sel-sel kulit mati dan minyak pada wajah bercampur dan menyumbat pori-pori kulit. Umumnya komedo hadir dalam jumlah banyak, namun tidak terlalu terlihat sebab ukurannya sangat kecil. Komedo adalah pangkal dari terjadinya jerawat dan bisul. Tidak hanya bisa terjadi di wajah, komedo juga bisa timbul di leher, punggung, dada dan di area kulit lainnya yang memiliki lebih banyak kelenjar minyak dan keringat.

Faktor utama penyebab komedo :

Usia

Remaja cenderung kulitnya rentan berkomedo, karena produksi kelenjar minyak sedang tinggi-tingginya (terkait dengan hormon) saat usia di bawah 25 tahun .

Makanan

Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, kacang, kopi, cokelat ataupun makanan pedas ini bersifat komedogenik (pemicu timbulnya komedo).

Kebersihan kulit

Malas menjaga kebersihan kulit setelah beraktivitas, sehingga terjadi penyumbatan pori-pori oleh minyak berlebih, kotoran dan sel kulit mati.

Penggunaan produk kosmetik

Produk kosmetik seperti foundation, bedak padat, ataupun produk skincare yang bahan-bahannya bersifat komedogenik. Contohnya seperti cocoa dan coconut butter, ekstrak alga, kalium klorida, dll.

2. Jerawat

Jerawat atau acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang paling umum terjadi, serta salah satu kondisi kulit yang paling kompleks dalam hal penanganan dan perawatannya. Jerawat ini bisa terjadi pada semua jenis kulit, bahkan kulit kering sekalipun, namun memang paling banyak terjadi pada jenis kulit berminyak dan kombinasi. Meskipun paling sering dijumpai pada wajah, jerawat juga dapat muncul di tubuh bagian lain, seperti leher, dada, punggung dan pinggul. Jangan khawatir yang berlebihan ya saat kamu berjerawat, karena kondisi ini umum terjadi koq di usia 14-19 tahun. Dan dikarenakan faktor lain, seperti siklus menstruasi dan perubahan hormon, jerawat dapat tetap timbul meskipun kamu telah berusia 30 tahun. Jerawat merupakan bentuk tahap lanjut dari komedo.
Ya, tepatnya komedo yang meradang dan itu bisa disebabkan karena 4 hal utama:

Bakteri P. acnes dapat hidup pada kelenjar sebasea yang menjadi area dihasilkannya asam lemak dan minyak (sebum) yang tersembunyi di bawah permukaan kulit. Nah, bakteri inilah yang bisa meninggalkan iritasi pada kulit menjadi peradangan.

Macam-Macam Bentuk Jerawat

Acne Papula

Komedo yang meradang menjadi jerawat yang lebih besar. Acne Papula adalah benjolan kecil berwarna merah pada kulit, yang jika tidak ditangani dengan baik akan meninggalkan bekas luka setelah sembuh.

Acne Pustula

Bentuk jerawat ini berupa benjolan dengan dasar yang merah dan kepala berwarna putih berisi nanah. Memencetnya dapat menyebabkan luka jaringan parut yang dalam dan bekas luka berwarna gelap.

Acne Nodul

Nodul terbentuk di bawah kulit, menjadi komedo yang meradang di bawah kulit, keras dan cenderung meninggalkan rasa sakit. Setelah bintil nodul menghilang, biasanya terjadi bekas luka merah atau gelap

Acne Kistik

Jerawat ini disebabkan karena produksi kelenjar minyak yang berlebih. Berukuran lebih besar dan terbentuk jauh di dalam kulit dengan dipenuhi cairan nanah. Jerawat kistik biasanya lunak, terasa sakit, tampak mencolok dan dapat meninggalkan bekas yang cukup parah setelah sembuh.

Acne pada kulit Sensitif

Jerawat pada kulit sensitif mempunyai karakteristik berbeda. Seringkali berukuran kecil-kecil, kemerahan, lebih terasa gatal dan biasanya berjumlah banyak.

Kemunculan jerawat pada saat-saat tertentu adalah hal yang normal dan wajar. Misalnya saat kamu sedang mendekati siklus menstruasi. Akan menjadi masalah jika jerawat kamu sering muncul dan seiring waktu menjadi bertambah parah dan banyak.

Faktor Penyebab Jerawat :

Penanganan Jerawat

Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan cara memberikan obat topikal, obat sistemik, bedah kulit ataupun kombinasi dari cara-cara tersebut.

1. Pengobatan Topikal

Pengobatan ini dilakukan mencegah pembentukan komedo, menekan peradangan dan mempercepat penyembuhan jerawat.

2. Pengobatan Sistemik

Pengobatan sistemik ditujukan untuk menekan pertumbuhan jasad renik pada kulit. Selain itu, mengurangi peradangan, menekan produksi sebum, serta mempengaruhi perkembangan hormonal.

3. Bedah Kulit

Dilakukan untuk memperbaiki jaringan parut akibat peradangan jerawat yang parah.

3. Kulit Kering

Kulit kering atau dehidrasi rentan terjadi dikarenakan ketidakmampuan kulit (moisture barrier/lapisan pelindung alami kulit) dalam menahan kandungan air. Moisture barrier terdiri dari keratinosit dan bahan penahan strukturnya yaitu asam lemak, ceramide dan sebum. Kulit kering terjadi ketika lapisan tersebut mengalami kerusakan. 

Keratinosit dan sebum (kelenjar minyak) inilah yang bertindak sebagai lapisan tahan air yang secara efektif menjaga kandungan air dalam kulit dan mencegah masuknya bakteri, iritan, allergen dan mikroorganisme lain. Ketika lapisan ini rusak, kulit menjadi tidak terlindungidan dan mulai mengalami dehidrasi. Ciricirinya adalah dimulainya kulit terasa kering, iritasi, kemerahan, hipersensitivitas juga timbulnya jerawat.

Kenapa kulit kering bisa berjerawat?
Sebagai respon pertahanan tubuh, kerusakan moisture barrier juga dapat menyebabkan peningkatan produksi sebum yang tampak jelas pada permukaan kulit, juga menjadi longgarnya jarak antarsel pelindung kulit akibat rusaknya lapisan pelindung alami kulit.

Penanganan kulit dehidrasi yang paling sesuai ialah penggunaan pembersih yang lembutdengan pH rendah sesuai dengan pK kulit wajah (4.5 – 5.5) dan penggunaan pelembab berlapis secara konsisten.

4. Kulit Kusam

Kulit kusam ini adalah kulit yang tidak cerah dan tidak tampak bercahaya. Seringkali terjadi karena penumpukan sel kulit mati yang berlebih. Kulit kusam seringkali disertai dengan warna kulit yang tidak merata.

Masalah kulit kusam ini seringkali terjadi pada jenis kulit kering dan kombinasi. Kulit mengalami regenerasi 28 hari sekali. Jika usia semakin bertambah, seiring metabolisme tubuh menjadi kurang optimal, maka regenerasi kulit juga menjadi melambat. Karenanya penting untuk melakukan eksfoliasi (pengelupasan sel kulit mati) setiap bulan.

Penanganan kulit kusam ini cukup mudah. Bisa dengan cara eksfoliasi, penggunaan sunscreen secara rutin, dan menggunakan produk dengan bahan aktif pencerah. Kulit akan dapat kembali cerah dan bercahaya dalam waktu relatif singkat. Bila kami mempunyai jenis kulit berminyak, lakukan esfoliasi setiap dua minggu sekaliuntuk mengangkat sel kulit mati yang tidak bisa terlepas begitu saja dan membersihkan kotoran secara sempurna.

5. Warna Kulit Tidak Merata / Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi ini bisa terjadi karena peningkatan melanin, zat dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap pewarnaan kulit (pigmen). Bercak bekas luka seperti jerawat, paparan sinar matahari ataupun perubahan hormon (khususnya saat kehamilan) dapat terjadi di berbagai kelompok usia. Hiperpigmentasi ini merupakan tanda penuaan yang muncul dan paling mencolok. Jenis hiperpigmentasi ini bisa terjadi lebih buruk dengan perlakuan yang tidak tepat, contohnya saat berjerawat sering memegang, memencet apalagi dipecahkan. Tindakan ini dapat memperparah peradangan dan timbul bopeng/jaringan parut.

Penanganan hiperpigmentasi ialah dengan penggunaan produk perawatan kulit yang tepat, yaitu yang mengandung bahan aktif pencerah intensif. Kandungan tersebut berfungsi untuk menghambat proses produksi dan fungsi kerja melanin, sehingga dapat mencerahkan dan meratakan warna kulit.

6. Garis Halus dan Keriput

Penuaan kulit yang terjadi seperti garis halus dan keriput akan muncul seiring bertambahnya usia, proses regenerasi kulit yang semakin melambat sehingga jumlah kolagen dan elastin kulit semakin berkurang. Akibatnya, kulit kehilangan elastisitas sehingga terlihatlah tanda penuaan dini tersebut. Proses penuaan dipengaruhi beberapa factor, seperti genetic, lingkungan, paparan sinar matahari, serta gaya hidup. Umumnya tanda penuaan dini ini akan muncul di usia di usia empat puluhan, namun tidak sedikit pula yang mengalami di usia tiga puluhan bahkan di usia yang lebih muda.

Penanganan penuaan dini pada kulit ini dengan cara pembersihan yang tepat dan memberikan kelembaban kulit yang cukup, juga ditambah dengan

Penanganan penuaan dini pada kulit ini dengan cara pembersihan yang tepat dan memberikan kelembaban kulit yang cukup, juga ditambah dengan perlindungan dari sinar matahari setiap hari. Perawatan kulit sedini mungkin yang konsisten dan berkelanjutan, dapat mencegah penuaan dini terjadi. Hal inilah cara termudah yang bisa kita lakukan dibandingkan dengan saat tanda-tanda penuaan dini tersebut sudah muncul dan baru akan di atasi. Selain butuh proses waktu yang  cukup lama, juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

perlindungan dari sinar matahari setiap hari. Perawatan kulit sedini mungkin yang konsisten dan berkelanjutan, dapat mencegah penuaan dini terjadi. Hal inilah cara termudah yang bisa kita lakukan dibandingkan dengan saat tanda-tanda penuaan dini tersebut sudah muncul dan baru akan di atasi. Selain butuh proses waktu yang  cukup lama, juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

7. Sensitive

Kulit sensitive merupakan masalah kulit yang kompleks yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Ada yang secara alamiah memiliki jenis kulit ini. Beberapa orang lainnya terjadi karena memiliki masalah kulit, seperti alergi, kerusakan moisture barrier atau bisa juga efek samping penggunaan suatu bahan dalam proses perawatan kulit (retinoid dan hidroquinon misalnya).
Ciri-ciri yang terjadi pada kulit sensitive adalah:

Penanganan kulit sensitive ini harus menggunakan pembersih wajah yang lembut, pH yang sesuai dengan pH kulit wajah (4.5 – 5.5) dan menggunakan produk perawatan kulit yang tidak memiliki komposisi bersifat keras, tanpa parfume dan tanpa alcohol. Penggunaan produk perawatan kulit yang lembut dan bersifat menghidrasi serta melindungi kulit dari sinar matahari ini merupakan hal esensial dalam perawatan kulit sensitive.

Dampak bahan berbahaya

Whitening yang banyak digunakan di kosmetik dan termasuk bahan berbahaya :

Merkuri
Hydroquinon
Tretinoin

PT. Teguhsindo Lestaritama
Jl. H. Miran No. 32 Pondok Kopi
Jakarta Timur, Indonesia

PT. Teguhsindo Lestaritama
Jl. H. Miran No. 32 Pondok Kopi
Jakarta Timur, Indonesia

Copyright Sehat dan Indah 2020