Artikel

Be Healthy, Keep Beauty, Live Well

Perlu atau Tidak Vaksin Influenza?

Sumber gambar: http://themedicalcity.com

Flu atau influenza merupakan penyakit yang cukup sering menyerang terutama di cuaca dengan perubahan yang cukup ekstrim saat ini. Dengan keluhan demam, batuk, pilek disertai sakit tenggorokan yang paling khas muncul merupakan keluhan keluhan yang nungkin cukup sering membuat Anda mengunjungi dokter atau fasilitas kesehatan. Penyakit influenza adalah penyakit yang disebabkan karena adanya infeksi virus, dengan disertai keluhan-keluhan di atas. Penyebaran influenza sangat melalui udara dengan melalui bersin atau batuk dari penderitanya, dan infeluenza dapat sembuh dengan sendiri tanpa pemberian antibiotik. Namun, yang dikhawatirkan adalah komplikasi dari penyakit ini dimana seseorang bisa mendapat infeksi tambahan. Adapun beberapa kelompok orang yang dapat dengan mudah terserang influenza dan dengan mudah menjadi influenza dengan komplikasi yaitu misalnya pada kelompok anak, dewasa tua di atas 65 tahun, orang dengan kondisi sistem imun yang lemah, atau mereka dengan memiliki penyakit kronis misalnya penyakit gula, penyakit jantung serta orang-orang yang sering mengkonsumsi obat-obatan jenis steroid, misalnya karena alergi.

Seberapa sering infeluenza menyerang?

Pernah dilakukan penelitian dari Imperial College, London menyimpulkan bahwa flu hanya akan menyerang orang dewasa rata-rata tiap lima kali dalam setahun. Hal ini didasarkan pada pengamatan terhadap sampel darah 151 sukarelawan berusia 7-81 tahun di Tiongkok.

Dari data tersebut, menyebutkan paling sedikit Anda dapat terserang flu 5 kali dalam setahun. Ini berarti setiap 2 Bulan sekali kita berpotensi terserang Influenza, bagaimana dengan keluhan atau penyakit yang lain? Kondisi penyakit apapun pastinya membuat aktivitas Anda terganggu dan berujung dengan harus beristirahat dan hanya terbaring di tempat tidur. Belum lagi, berapa banyak yang Anda keluarkan untuk ke dokter dan berobat. Akan jauh lebih baik jika Anda dapat terus beraktivitas dan lebih optimal pada pekerjaan Anda, atau dengan kata lain mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan pastinya hidup dengan pola yang lebih sehat pencegahan itu bisa dilakukan. Untuk masalah Influenza, saat ini sudah bukan hal yang baru di dunia medis, namun yang menjadi pertanyaan saat ini, seberapa efektif pemberian vaksinasi influenza tersebut untuk mencegah dan siapa saja yang sebaiknya menerima vaksinasi tersebut.

Beberapa studi sudah mengungkapkan seberapa efektif pemberian vaksinasi tersebut. Dalam beberapa studi disebutkan bahwa vaksin flu efektif sekitar 70-90% dalam mencegah sakit influenza, tergantung dari lama masa musim influenza dan tergantung dari intensitas serat dari kondisi kesehatan Anda.

Vaksin influenza dapat berupa injeksi dan dapat berupa nasal spray (disemprot ke hidung), jadi mudah untuk para anak dan pada Anda yang mungkin kurang nyaman dengan jarum suntik. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) beberapa kelompok orang yang dianjurkan untuk mendapat vaksinasi influenza:

  1. Anak di bawah usia 2 tahun
  2. Wanita hamil
  3. Orang dewasa usia 65 tahun
  4. Para pekerja kesehatan seperti dokter dan paramedis
  5. Memiliki riwayat alergi
  6. Orang-orang dengan penyakit tertentu terutam penderita asma, penyakti jantung dan diabetes.

Pemberian vaksinasi infeluenza disarankan dilakukan setahun sekali dan terutama pada musim dimana influenza banyak menyerang misalnya musim penghujan dan musim pergantian. Dengan pemberian vaksin influenza tidak menjamin Anda 100% terhindar dari penyakit ini tetapi, kemungkinan untuk terkena penyakit ini akan lebih rendah dan komplikasi yang terjadi pun semakin kecil. Pemberian vaksinasi adalah salah satu pencegahan.

Bagaimana Anda bisa mengurangi keluhan saat Anda terkena influenza?

SehatdanIndah punya sedikit tips saat influenza menyerang:

  1. Minum air sebanyak mungkin, karena untuk mencegah dehidrasi. Saat Banyak lendir dari hidung dan dahak, ketersedian cairan dalam tubuh Anda akan berkurang, sehingga harus minum air sebanyak mungkin, teh atau juice bisa menjadi pilihan, dan hindari kopi. Teh dengan jahe dan madu bisa menjadi pilihan.
  2. Kumur dengan moutwash antiseptik, mencegah infeksi lanjutan yang bisa terjadi
  3. Hindari pemicu alergi jika Anda alergi seperti penggunaan karpet atau hindari tidur di kamar dengan banyak baju tergantung.
  4. Makan makanan yang hangat dan lunak seperti bubur dan sup, makanan yang lunak mudah dicerna sehingga Anda bisa menggunakan energi dari makanan untuk melawan penyakit.
  5. Usahakan menggunakan masker, untuk mengurangi iritasi pada saluran napas Anda agar tidak memperburuk keluhan dan tidak menulari orang-orang sekitar Anda.
  6. Jika Anda sedang terkena influenza ataupun batukjangan langsung minum antibiotik ya, penggunaan antibiotik bisa lebih bijak diganti dengan mengkonsumsi obat berbahan alami lainnya. Pilih obat yang cara kerjanya efektif sebagai anti mikroba (bakteri, virus ataupun jamur), salah satu contohnya seperti penggunaan Propolis.

Sumber:

  1. com.VaksinInfluenza:UsahaUntukMencegahPenyakitFlu.
  2. Influenza(Flu).
  3. cdc.gov.PeopleatHighRiskofDevelopingFlu–RelatedComplications.
  4. who.int.Seasonalinfluenza.
  5. webmd.com.Cold,Flu,&CoughHealthCenter.

PT. Teguhsindo Lestaritama
Jl. H. Miran No. 32 Pondok Kopi
Jakarta Timur, Indonesia

PT. Teguhsindo Lestaritama
Jl. H. Miran No. 32 Pondok Kopi
Jakarta Timur, Indonesia

Copyright Sehat dan Indah 2020